Besakih Temple



Besakih temple is estimated to begin to be built around AD 163 by Rsi Markandeya, an Indian magic hermit who previously settled on Mount Rawang (Mount Raung). At the time of his imprisonment at Mount Hyang (Mount Dieng) he received revelations for him and his followers totaling about 8000 people to travel eastward.

On the first journey, he and his followers had many obstacles such as seeds of disease and wild animals. His journey stopped to return to beg for His guidance. Finally he resumed his journey but this time begins with Yadnya offerings to God as ruler of the universe. Since that time also the Balinese people do Yadnya in everyday activities.

The place where the forest was started by Sang Rsi / Yogi Markandya planted a jar of water with 5 types of metal: gold, silver, copper, bronze and iron called Panca Datu and gem Mirahadi (main mirah) with upakara More and sprinkled Tirta Pangentas (holy water). The place to plant 5 types of metal was named Basuki which means survived. It is said that the name was chosen because at the arrival of Rsi Markandya the second and his 4000 followers survived not encountered obstacles or disaster as experienced at the time of his first arrival. Place was then established palinggih. Gradually in place then established a temple or khayangan named Basukian Temple or Besakih Temple.

Source : www.senaya.web.id/sejarahpurabesakih.php


JELAJAH INDONESIA. Pura Besakih diperkirakan mulai dibangun pada sekitar tahun 163 masehi oleh Rsi Markandeya, seorang pertapa sakti asal India yang sebelumnya menetap di Gunung Rawang ( Gunung Raung ). Pada saat beliau bertapa di Gunung Hyang ( Gunung Dieng ) beliau menerima wahyu agar beliau dan para pengikutnya yang berjumlah sekitar 8000 orang melakukan perjalanan ke arah timur. Pada perjalanan pertama, beliau dan para pengikutnya banyak mendapat halangan seperti bibit penyakit dan binatang buas. Perjalanan beliau hentikan untuk kembali memohon petunjuk dariNya. Akhirnya beliau kembali melanjutkan perjalanan namun kali ini diawali dengan persembahan Yadnya kepada Tuhan sebagai penguasa alam semesta. Semenjak saat itu pulalah masyarakat Bali melakukan Yadnya dalam setiap aktifitas kesehariannya. Ditempat bekas dimulainya perambasan hutan itu oleh Sang Rsi/Yogi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu: emas, perak, tembaga, perunggu dan besi yang disebut Panca Datu dan permata Mirahadi ( mirah yang utama ) dengan disertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki Tirta Pangentas ( air suci ). Tempat menanam 5 jenis logam itu diberi nama Basuki yang artinya selamat. Konon dipilihnya nama itu karena pada kedatangan Rsi Markandya yang ke dua beserta 4000 pengikutnya selamat tidak menemui hambatan atau bencana seperti yang dialami pada saat kedatangan beliau yang pertama. Ditempat itu kemudian didirikan palinggih. Lambat laun di tempat itu kemudian didirikan pura atau khayangan yang diberi nama Pura Basukian atau Pura Besakih. #besakih #basuki #purabesakih #puradibali #rsimarkandeya #purajagat #purakahyanganjagad #sejarahbali #sejarahpura
A post shared by indonesia360.net (@indonesia360net) on

Comments